Deposito vs Reksadana Pasar Uang Tahun 2022. Untung Mana?

MonoGenez.com – Sekarang literasi keuangan semakin luas. Sehingga orang-orang lebih peduli tentang manajemen keuangan. Kali ini akan kita bahas Deposito vs Reksadana Pasar Uang Tahun 2022. Untung Mana?

Apalagi semakin mudahnya menjangkau instrumen investasi. Membuat orang semakin ingin tahu dan mempelajarinya.

Deposito dan Reksadana adalah salah satu instrumen investasi yang paling dikenal. Keduanya sering menjadi batu tumpuan dalam memulai investasi.

Keduanya sama-sama memiliki tingkat resiko yang rendah. Sehingga cocok untuk orang yang masih pemula.

Lalu pada tahun 2022 ini, antara deposito vs reksadana pasar uang. Lebih menguntungkan yang mana?

BACA JUGA :

Deposito vs reksadana pasar uang

bunga deposito vs reksadana pasar uang

bunga deposito vs reksadana

Tidak bisa dipungkiri imbal hasil masih menjadi alasan utama. Tentu saja kita akan mencari tingkat imbal hasil yang terbaik.

Untuk suku bunga deposito ada acuan dari Bank Indonesia. Sedangkan untuk reksadana pasar uang tidak ada acuan dasarnya.

Sebenarnya reksadana pasar uang juga berisikan deposito. Namun, karena dana yang dikelola jauh lebih besar. Maka bisa mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi.

Jadi bunga deposito vs reksadana pasar uang. Tentu saja lebih tinggi imbal hasil dari reksadana pasar uang.

Kali ini akan saya list beberapa bunga deposito bank. Juga beberapa imbal hasil reksadana pasar uang. Sampai artikel ini di tulis, Juni 2022.

Bunga Deposito Bank Juni 2022

  • Bunga Deposito BCA – 1,9%/ tahun
  • Bunga Deposito Mandiri : 2,25%/ tahun
  • Bunga Deposito BRI : 2%/ tahun
  • Bunga Deposito BNI : 2,25%/ tahun

Imbal Hasil Reksadana Pasar Uang

  • Sucorinvest Money Market : : 4,92%/ tahun
  • Trim Kas 2 : 3,71%/ tahun
  • Bahana Dana Likuid : 2,45%/ tahun
  • Schroder Dana Likuid Syariah : 1,29%/ tahun

Dari sisi imbal hasil keduanya agak beragam. Pada reksadana pasar uang sangat tergantung pada kinerja manajemen investasinya.

Namun, pemberian imbal hasilnya juga berbeda. Pada deposito bank diberikan setiap bulan saja.

Sedangkan imbal hasil reksadana pasar uang setiap hari bursa. Jadi bunga yang dihasilkan bisa menambah modal awal. Sehingga akan menggulung dengan hasil yang lebih besar.

Sebenarnya deposito bank juga bisa menggunakan bunga menggulung. Namun, dapat dilakukannya hanya 1 bulan.

Tidak setiap hari bursa seperti reksa dana pasar uang.

Pajak

Deposito vs Reksadana Pasar Uang dari sisi pajak. Pajak sendiri juga dikenai untuk beberapa instrumen investasi. Salah satunya adalah deposito bank.

Perhitungan Pajak Deposito

Perhitungan Pajak Deposito

Berapa pajak deposito bank? Menurut aturan yang berlaku besarannya adalah 20% dari imbal hasilnya.

Misalnya sobat deposito 10 juta. Dengan imbal hasil 2%/ tahun atau 0,16%/ bulan. Maka perhitungannya tiap bulan

  • Bunga kotor : Rp 10.000.000 x 0,16% = Rp 16.000
  • Pajak Deposito : Rp 16.000 – (Rp 16.000x 20%) = Rp 16.000 – Rp 3.200 =  Rp 12.800
  • Bunga bersih : Rp 10.000.000 + Rp 12.800 = 10.012.800

Sedangkan untuk reksadana tidak dikenai pajak. Sehingga imbal hasil yang didapatkan lebih maksimal.

Hanya saja manajemen investasi mengenai biaya penanganan. Biasanya disebut dengan expense ratio.

Besaran expense ratio biasanya 0,51% hingga 2%. Namun, sudah dipotong dari perhitungan imbal hasil per tahun.

Sehingga imbal hasil reksadana pasar uang sudah bersih. Tidak ada biaya-biaya lainnya.

Kemudahan

Pembukaan

Deposito vs reksadana pasar uang dalam kemudahannya. Sebenarnya keduanya sama-sama mudah. Karena keduanya sudah bisa dilakukan secara online.

Namun sepertinya belum semua bank bisa membuka deposito secara online. Jadi harus datang untuk membuka tabungan deposito.

Sedangkan untuk reksadana dapat dilakukan secara full online. Hanya membutuhkan registrasi di awal pendaftaran. Yang membutuhkan verifikasi data selama 1 hari kerja.

Tapi setelah itu sobat bebas membeli jual dan beli reksadana.

Penarikan Dana

Deposito vs reksadana lebih mudah mana saat penarikan? Menurut saya juga sama mudahnya.

Jika sobat mau menarik saat akhir periode. Sobat tidak perlu melakukan apapun. Karena otomatis akan masuk ke rekening asal sobat.

Namun, jika sobat ingin melakukan penarikan dana sebelum jatuh tempo. Juga bisa dilakukan tapi bunga yang disepakati hangus.

Memang tidak ada pinalti, tetapi akan dikenai bunga harian. Yang mana tidak lebih besar dari bunga depositonya itu sendiri. Jadi bunganya tidak akan maksimal.

Sedangkan untuk reksadana bebas ditarik kapan saja. Karena imbal hasilnya setiap hari bursa. Maka sobat tetap mendapatkan keuntungannya.

Proses penarikan reksadana pasar uang juga lumayan cepat. Jika dilakukan sebelum jam 13.00 WIB. Hanya membutuhkan 1-2 hari kerja saja.

Modal Awal

Selanjutnya kita bahas modal awal deposito vs reksadana pasar uang. Modal yang digunakan untuk membuka deposito bank lebih besar.

Biasanya paling sedikit dimulai dari Rp 1.000.000. Sedangkan pada bank seperti BCA minimal pembukannya lebih besar, yaitu Rp 8.000.000.

Sedangkan untuk reksadana pasar uang. Hanya membutuhkan Rp 100.000 saja untuk modal pembelian. Tentu saja lebih cocok untuk sobat yang modalnya lebih kecil.

Deposito vs Reksadana Pasar Uang Tahun 2022. Untung Mana?

deposito dan reksadana pasar uang

Jika melihat secara keuntungan, reksadana pasar uang lebih unggul. Baik secara imbal hasil, biaya, modal awal. Reksadana pasar uang lebih unggul.

Namun, tetap saja mungkin tidak cocok untuk semua orang. Deposito pada bank seperti memberikan rasa aman yang lebih.

Padahal baik deposito dan reksadana pasar uang sama amannya. Karena jika deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pada reksadana pasar uang, modalnya dipegang oleh Bank Custodian. Sehingga sama-sama menjamin keamanan modal investasinya.

Kalau saya sendiri lebih memilih reksadana pasar uang. Namun, saat awal memulai investasi. Saya lebih dulu membuka rekening deposito. – MonoGenez.com

Share:

Tinggalkan Balasan